Welcome!

Welcome to the official BlackBerry Support Community Forums.

This is your resource to discuss support topics with your peers, and learn from each other.

inside custom component

Java Development

Reply
Contributor
Posts: 10
Registered: ‎03-28-2010
My Device: 8700/8830 world edition

WTA browserfield with url local:/// vs file:/// - has different behavior?

Help I am a newbie.

 

if I took the files on local storage, it run OK.

example: myBrowserField.requestContent("local:///05_BI12_.GE.xhtml#chapter1_verse1");


but if the file is on SDCard, it failed - FIle not found

example: myBrowserField.requestContent("file:///SDCard/05_BI12_.GE.xhtml#chapter1_verse1");

 

Why?

 

I need to put the the files on SDcard because it's huge (exceeded max size for local storage).


Developer
Posts: 434
Registered: ‎07-23-2012
My Device: Blackberry 10

Re: WTA browserfield with url local:/// vs file:/// - has different behavior?

You file must be in local storage i.e. part of your application .cod file. 

Thanks
-------------------------------------------------------------------------------------
Press the Accept as solution Button when u got the Solution
Press Kudo to say thank to developer.
-------------------------------------------------------------------------------------.
Developer
Posts: 174
Registered: ‎01-25-2011
My Device: Not Specified

Re: WTA browserfield with url local:/// vs file:/// - has different behavior?

Try keeping the files in phone memory like below:

file:///store/home/user/documents/TestFolder/test.html

or If you prefer only SDCard, I req you to create a new folder and put all your files there
Contributor
Posts: 10
Registered: ‎03-28-2010
My Device: 8700/8830 world edition

Re: WTA browserfield with url local:/// vs file:/// - has different behavior?

This is about anchor in HTML file.

if the html file located at local storage it works but not in SDCard.

Below is the HTML script for the file.

<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.1//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml11/DTD/xhtml11.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" xml:lang="id">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="application/xhtml+xml; charset=utf-8" />
<title>Kejadian</title>
<link rel="stylesheet" href="css/bi12.css" type="text/css" />
</head>
<body>
<p class="st"><a id="page7"></a><a id="p0"></a><b>Kejadian</b></p>
<p class="sb"><a id="chapter1"></a><a id="chapter1_verse1"></a><span class="ch"><b>1 </b></span>Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.</p>
<p class="sb"><a id="chapter1_verse2"></a><b><sup>2 </sup></b>Bumi belum berbentuk dan kosong dan kegelapan ada di atas permukaan air yang dalam; dan tenaga aktif Allah bergerak ke sana kemari di atas permukaan air.</p>
<p class="sb"><a id="chapter1_verse3"></a><b><sup>3 </sup></b>Kemudian Allah berfirman, ”Biarlah ada terang.” Lalu terang pun ada. <a id="chapter1_verse4"></a><b><sup>4 </sup></b>Setelah itu Allah melihat bahwa terang itu baik, dan Allah memisahkan terang dan kegelapan. <a id="chapter1_verse5"></a><b><sup>5 </sup></b>Allah mulai menyebut terang itu Siang, tetapi kegelapan itu disebutnya Malam. Tibalah petang dan tibalah pagi, hari pertama.</p>
<p class="sb"><a id="chapter1_verse6"></a><b><sup>6 </sup></b>Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah ada angkasa di tengah-tengah air dan biarlah terjadi pemisahan antara air dengan air.” <a id="chapter1_verse7"></a><b><sup>7 </sup></b>Kemudian Allah membuat angkasa dan memisahkan air yang harus ada di bawah angkasa itu dan air yang harus ada di atas angkasa itu. Dan jadilah demikian. <a id="chapter1_verse8"></a><b><sup>8 </sup></b>Allah mulai menyebut angkasa itu Langit. Tibalah petang dan tibalah pagi, hari kedua.</p>
<p class="sb"><a id="chapter1_verse9"></a><b><sup>9 </sup></b>Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah air di bawah langit terkumpul ke satu tempat dan biarlah tanah yang kering muncul.” Dan jadilah demikian. <a id="chapter1_verse10"></a><b><sup>10 </sup></b>Allah mulai menyebut tanah yang kering itu Darat, tetapi air yang terkumpul itu disebutnya Laut. Dan Allah melihat bahwa hal itu baik. <a id="chapter1_verse11"></a><b><sup>11 </sup></b>Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah tanah menumbuhkan rumput, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, pohon buah-buahan yang menghasilkan buah menurut jenisnya, yang di dalamnya ada biji, di atas tanah.” Dan jadilah demikian. <a id="chapter1_verse12"></a><b><sup>12 </sup></b>Dan tanah mulai mengeluarkan rumput, tumbuh-tumbuhan yang berbiji menurut jenisnya dan pohon-pohon yang menghasilkan buah, yang di dalamnya ada biji, menurut jenisnya. Lalu Allah melihat bahwa itu baik. <a id="chapter1_verse13"></a><b><sup>13 </sup></b>Tibalah petang dan tibalah pagi, hari ketiga.</p>
<p class="sb"><a id="chapter1_verse14"></a><b><sup>14 </sup></b>Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah ada benda-benda penerang di angkasa untuk memisahkan siang dan malam; dan itu semua akan berfungsi sebagai tanda dan untuk menandai musim-musim dan hari-hari dan tahun-tahun. <a id="chapter1_verse15"></a><b><sup>15 </sup></b>Dan itu semua akan berfungsi sebagai benda penerang di angkasa untuk menyinari bumi.” Dan jadilah demikian. <a id="chapter1_verse16"></a><b><sup>16 </sup></b>Kemudian Allah membuat kedua benda penerang besar itu, benda penerang yang lebih besar untuk berkuasa atas siang dan benda penerang yang lebih kecil untuk berkuasa atas malam, dan juga bintang-bintang. <a id="chapter1_verse17"></a><b><sup>17 </sup></b>Maka Allah menaruh itu semua di angkasa untuk menyinari bumi, <a id="chapter1_verse18"></a><b><sup>18 </sup></b>dan untuk berkuasa pada waktu siang dan pada waktu malam dan untuk memisahkan terang dan kegelapan. Lalu Allah melihat bahwa hal itu baik. <a id="chapter1_verse19"></a><b><sup>19 </sup></b>Tibalah petang dan tibalah pagi, hari keempat.</p>
<p class="sb"><a id="chapter1_verse20"></a><b><sup>20 </sup></b>Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah dalam air berkeriapan sekelompok jiwa yang hidup dan biarlah makhluk-makhluk terbang beterbangan di atas bumi pada permukaan angkasa.” <a id="chapter1_verse21"></a><b><sup>21 </sup></b>Kemudian Allah menciptakan makhluk-makhluk <a id="page8"></a>laut yang luar biasa besar dan segala jiwa yang hidup dan bergerak, yang berkeriapan dalam air menurut jenisnya, dan segala makhluk terbang yang bersayap menurut jenisnya. Dan Allah melihat bahwa hal itu baik. <a id="chapter1_verse22"></a><b><sup>22 </sup></b>Maka Allah memberkati mereka, dengan berfirman, ”Berkembangbiaklah dan bertambah banyak dan penuhilah air di dalam lautan, dan biarlah makhluk-makhluk terbang bertambah banyak di bumi.” <a id="chapter1_verse23"></a><b><sup>23 </sup></b>Tibalah petang dan tibalah pagi, hari kelima.</p>
<p class="sb"><a id="chapter1_verse24"></a><b><sup>24 </sup></b>Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah bumi mengeluarkan jiwa-jiwa yang hidup menurut jenisnya, binatang peliharaan dan binatang merayap dan binatang liar di bumi menurut jenisnya.” Dan jadilah demikian. <a id="chapter1_verse25"></a><b><sup>25 </sup></b>Kemudian Allah membuat binatang liar di bumi menurut jenisnya dan binatang peliharaan menurut jenisnya dan segala binatang yang merayap di tanah menurut jenisnya. Dan Allah melihat bahwa hal itu baik.</p>
<p class="sb"><a id="chapter1_verse26"></a><b><sup>26 </sup></b>Selanjutnya Allah berfirman, ”Mari kita membuat manusia menurut gambar kita, sesuai dengan rupa kita, dan biarlah mereka menundukkan ikan-ikan di laut dan makhluk-makhluk terbang di langit dan binatang-binatang peliharaan dan seluruh bumi dan segala binatang merayap yang merayap di bumi.” <a id="chapter1_verse27"></a><b><sup>27 </sup></b>Kemudian Allah menciptakan manusia menurut gambarnya, menurut gambar Allah diciptakannya dia; laki-laki dan perempuan diciptakannya mereka. <a id="chapter1_verse28"></a><b><sup>28 </sup></b>Selanjutnya, Allah memberkati mereka dan Allah berfirman kepada mereka, ”Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, tundukkanlah ikan-ikan di laut dan makhluk-makhluk terbang di langit dan segala makhluk hidup yang merayap di bumi.”</p>
<p class="sb"><a id="chapter1_verse29"></a><b><sup>29 </sup></b>Selanjutnya Allah berfirman, ”Lihat, aku memberimu segala tumbuhan berbiji yang ada di seluruh permukaan bumi dan setiap pohon yang buahnya berbiji. Biarlah itu menjadi makananmu. <a id="chapter1_verse30"></a><b><sup>30 </sup></b>Dan kepada setiap binatang liar di bumi dan kepada setiap makhluk terbang di langit dan kepada setiap binatang yang merayap di bumi, yang memiliki kehidupan sebagai suatu jiwa, [aku memberikan] segala tumbuhan hijau sebagai makanan.” Dan jadilah demikian.</p>
<p class="sb"><a id="chapter1_verse31"></a><b><sup>31 </sup></b>Setelah itu Allah melihat segala sesuatu yang telah ia buat dan lihat! semuanya itu sangat baik. Tibalah petang dan tibalah pagi, hari keenam.</p>
</body>
</html>

Contributor
Posts: 10
Registered: ‎03-28-2010
My Device: 8700/8830 world edition

Re: WTA browserfield with url local:/// vs file:/// - has different behavior?

One more things, At local storage even the html file was open but it not located at anchor position - it always open at top.

Any suggestion how to do a trick?